Senin, 18 April 2016

Kembali nge-Blog againnnn!

Whoaaaa.. lama banget yaa gak mampir lagi kesini.. sibuk banget kayaknya (padahal gak juga sih.. hikss)

Anyway... insyaallah bakal kembali nge-Blog biar bisa eksis lagi sesegera mungkin! yuhuuuuu ~~~

Kamis, 20 Juni 2013

Sastra Bandingan: Sinopsis Epos Gilgamesh dan Shahnameh


 Assalamualaikum :)
Kali ini saya memposting lagi suatu tambahan wawasan pengetahuan mengenai dua buah epos yang pastinya jarang kita dengar selama ini, yaitu Gilgamesh dan Shahnameh. Kedua epos ini adalah cerita terpisah dan tidak punya hubungan sama sekali, tapi seperti hubungan erat karena adanya beberapa kemiripan, baik tema maupun cerita di dalamnya dan terkenal dimasing-masing negara asal maupun zamannya.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang sedang mencari referensi khususnya untuk tugas Sastra Bandingan mengenai kedua epos ini ^^

1)      Sinopsis Gilgamesh:
Epos Gilgamesh adalah sebuah puisi epos dari Babilonia dan merupakan salah satu di antara karya sastra paling awal yang dikenal. Sebagai rangkaian legenda dan puisi Sumeria tentang raja dan pahlawan mistis Gilgamesh, yang dianggap sebagai penguasa pada millennium ketiga SM, dikumpulkan hingga menjadi sebuah puisi Akkadia yang panjang di kemudian hari, dengan versi terlengkap yang masih ada sekarang dan dilestarikan dalam lempengan-lempengan tanah liat dalam koleksi perpustakaan raja Asyurbanipal dari Asyur pada abad ke-7 SM.
Salah sebuah cerita yang termasuk dalam epos ini berkaitan dengan air bah. Inti kisahnya berkisar pada hubungan antara Gilgamesh, seorang raja yang terpecah perhatiannya dan patah semangat oleh pemerintahannya, dan seorang sahabat, Enkidu, yang agak liar dan yang berusaha melakukan suatu upaya yang berbahaya bersama Gilgamesh. Banyak dari epos ini terpusat pada perasaan kehilangan Gilgamesh setelah kematian Enkidu, dan yang seringkali disebut oleh para sejarahwan sebagai salah satu karya sastra pertama yang sangat menekankan keabadian. Epos ini dibaca luas dalam bentuk terjemahannya, dan pahlawannya, Gilgamesh, telah menjadi lambang budaya populer.
Diceritakan bahwa Ut-Napishtim adalah persamaan tokoh bangsa Babilonia terhadap pahlawan dalam peristiwa banjir dalam kisah bangsa Sumeria yaitu Ziusudra. Tokoh penting yang lain adalah Gilgamesh. Menurut legenda, Gilgamesh memutuskan untuk mencari dan menemukan para leluhurnya untuk mengupayakan rahasia kehidupan yang abadi. Ia melakukan sebuah perjalanan yang menentang bahaya dan penuh dengan kesulitan. Ia diperintahkan supaya melakukan sebuah perjalan dimana ia harus melewati "Gunung Mashu dan air kematian" dan sebuah perjalanan yang hanya dapat diselesaikan oleh seorang anak tuhan bernama Shamash. Namun Gilgamesh tetap dengan gagah berani melawan semua bahaya selama perjalanan dan akhirnya berhasil mencapai Ut-Napishtim.
Naskah ini dipotong atau selesai pada titik di mana terjadi pertemuan antara Gilgamesh dan Ut-Napishtim, dan ketika akhirnya menjadi jelas, Ut-Napishtim bekata kepada Gilgamesh bahwa, "para tuhan hanya menyimpan rahasia kematian dan kehidupam untuk diri mereka sendiri" (yang mereka tidak akan memberikannya kepada manusia). Atas jawaban ini Gilgamesh bertanya kepada Ut-Napishtim bagaimana ia dapat memperoleh keabadian; dan Ut-Napishtim menceritakan kepadanya kisah tentang banjir sebagai jawaban atas pertanyaannya. Banjir tersebut juga diceritakan dalam kisah "dua belas meja (twelve tables)" yang terkenal dalam epik tentang Gilgamesh.
Ut-Napishtim memulainya dengan mengatakan bahwa kisah yang akan diceritakan kepada Gilgameshh adalah merupakan "sesuatu yang rahasia, sebuah rahasia dari tuhan". Ia berkata bahwa ia dari kota Shuruppak, kota tertua diantara kota-kota di daratan Akkad. Berdasarkan ceritanya, tuhan "Ea" telah menyerukan kepadanya melalui tembok gubuknya dan mengumumkan bahwa tuhan-tuhan telah memutuskan untuk menghancurkan semua benih kehidupan dengan perantaraan sebuah banjir; namun alasan tentang keputusan mereka tidaklah diterangkan dalam cerita banjir bangsa Babylonia sebagaimana telah diterangkan dalam kisah banjir bangsa Sumeria. Ut-Napishtim berkata bahwa Ea telah menyuruhnya untuk membuat sebuah perahu dimana ia harus membawa serta dan membawa "benih-benih dari semua makhluk hidup". Ea memberitahukan kepadanya tentang ukuran dan bentuk dari kapal tersebut, berdasarkan hal ini, lebar, panjang dan ketinggian dari kapal sama satu sama dengan yang lain. Badai besar menjungkirbalikan semuanya dalam waktu enam hari dan enam malam. Pada hari yang ke tujuh, badai mulai reda. Ut-Napishtim melihat bahwa diluar kapal, "telah berubah menjadi Lumpur yang lengket”, dan sang kapal pun berhenti di gunung Nisir.
Menurut catatan bangsa Sumeria dan Babylonia, Xisuthros atau Khasisatra diselamatkan dari banjir oleh sebuah kapal dengan panjang 925 meter, bersama dengan keluarga dan teman-temannya dan bersama burung-burung dan berbagai jenis binatang. Hal ini dikatakan bahwa "air terbentang menuju ke surga, lautan menutupi pantai dan sungai meluap dari dasar sungai". Dan kapal pun akhirnya berhenti di gunung Corydaean.
Menurut catatan bangsa Babilonia-Syria, Ubar Tutu atau Khasisatra diselamatkan bersama dengan keluarga dan pembantunya, umatnya dan binatang-binatang dalam sebuah kapal dengan lebar 600 cubits (ukuran panjang), tinggi dan lebarnya 60 cubit. Banjir tersebut berlangsung selama 6 hari dan 6 malam. Ketika kapal tersebut menapai gunung Nizar, merpati yang dilepaskan kembali ke kapal sedangkan burung gagak yang sama-sama dilepaskan tidak kembali.
Berdasarkan beberapa catatan bangsa Sumeria, Asyiria dan Babylonia, Ut-Napishtim bersama dengan keluarganya selamat dari banjir yang terjadi selama 6 hari dan 6 malam. Hal ini dikatakan " Pada hari ke tujuh Ut-napishtim melihat keluar. Ternyata sangatlah sepi. Orang telah berubah menjadi Lumpur". Ketika kapal berhenti di gunung Nizar, Ut-napishtim menerbangkan seekor burung merpati, seekor gagak dan seekor burung pipit. Burung gagak tinggal untuk memakan bangkai, sedangkan dua burung yang lain tidak kembali.

2)      Sinopsis Shahnameh:
Shahnameh, atau Shahnama (ejaan lain Shahnama, Shahname, Shahname, Shah-Nama), yang bermaksud "Kisah Raja-Raja", adalah sebuah syair Parsi karangan Firdausi yang bertarikh sekitar 1000 M dan ia adalah epik kebangsaan untuk negara-negara Parsi. Syair Shahnameh ini mengisahkan cerita-cerita mistik dan sejarah lama Iran sebelum kedatangan Islam. Kitab ini juga adalah salah satu warisan UNESCO. Selain memang seputar silsilah raja Persia, Ferdowsi meletakkan sentralisasi cerita terpusat pada peperangan antara Iran vs Turan (negeri di Asia Tengah) dan suksesi kekuasaan Shah.
Ferdowsi (Firdausi) atau bernama lengkap Hakim Abol Ghasem Ferdowsi Toosi (935-1020/1026 M) selama 35 tahun telah berhasil mengumpulkan sebanyak 60.000 syair pendek yang kemudian dituangkan dalam buku berjudul Shahnameh atau Shahnamah ”The Epic of Shahnameh Ferdowsi” (The Epic of Kings: Hero Tales of Ancient Persia). Shahnameh ini dipersembahkan Ferdowsi untuk kejayaan Sultan Mahmud dari Ghazna.
Cerita dimulai dari Kaiumer I sebagai Shah di Kerajaan Persia. Ia diibaratkan sebagai sang penguasa dunia, yang membangun tempat tinggal di gunung, memakai pakaian dari kulit harimau seperti begitu pula rakyatnya. Anak manusia yang dilindungi oleh Ormurzd (sebutan Tuhan) dan segala kelimpahannya, mengundang sirik dari setan (Ahriman) yang senantiasa memberi cobaan melalui putranya yang berjuluk Deev. Masa gelap pun hadir melalui Raja Zohak dari jazirah Arab yang dibantu oleh Deev. Penguasa berjuluk Raja Ular (karena memberi korban manusia setiap hari untuk dimakan ular raksasa) bisa dikalahkan oleh Feridoun yang mengasingkannya ke Gunung Demawend. Intrik di kerajaan Persia dengan raja tertinggi berjuluk Shah, mulai tersemai ketika Feridoun memiliki 3 putra yaitu Silim si sulung, Tur si anak tengah, dan Irij si bungsu.
Suatu hari Feridoun ingin menguji ketiga anaknya dengan menyuruh mereka bertarung melawan naga. Silim yang dalam pertarungan melawan naga, terbukti adalah si orang yang mencari aman dengan membalikkan badan pergi meninggalkan sang naga. Ia membiarkan adik-adiknya bertarung melawan naga. Tur yang berarti ”pemberani”, memang membuktikan nyali melawan naga. Akan tetapi, Irij tampil sebagai pria bijaksana sekaligus pemberani. Feridoun kemudian membagi wilayah kekuasaannya menjadi tiga bagian secara adil kepada putranya. Silim memperoleh Rhoum (Kaver) daerah tempat terbenamnya matahari; Turan atau Turkestan diberikan kepada Tur (sebagai penguasa Turki dan Cina); lalu Feridoun memberikan Iran kepada Irij.
Meski ketiganya menjadi raja makmur di negara masing-masing, bisikan setan berhasil menguasai Silim dan Tur. Keduanya bahu-membahu menyerang Iran dan membunuh adik bungsunya. Dari pertikaian bak kisah putra Adam-Hawa, dimana Kabil membunuh adik kandungnya sendiri, Habil, maka dinasti Iran pun tak lepas dari balas dendam, perebutan kekuasaan, dan kematian. Ada pula kisah cinta, cemburu, tipu daya, termasuk ilmu sihir. Para Shah percaya akan ramalan ahli nujum. Melihat nasib dan masa depan dari keturunan yang baru lahir. Kisah sejarah permulaan Iran kuno tak bisa lepas dengan tidak mengisahkan kepahlawanan ksatria besar Persia, Rostam atau Rustem. Pehliva (ksatria) turunan Zal putra Saum sang pahlawan dengan Rudabeh, setia membela Shah meskipun pada beberapa kasus peperangan terjadi akibat kebodohan dan ketamakan rajanya. Pada cerita penutup menjelaskan bagaimana Rustem mangkat.
Selain karena kepentingan sastranya, Shahnameh juga dianggap sebagai titik permulaan pemulihan Bahasa Parsi yang ketika itu hampir pupus kerana pengaruh Bahasa Arab. Karya agung ini juga mencerminkan sejarah Iran, nilai-nilai kebudayaan Parsi, agama-agama purbanya seperti Majusi dan juga melahirkan semangat nasionalisme di kalangan bangsa Iran atau Parsi. Kebanyakan kisah-kisah dalan Shahnameh sudah ada sebelum zaman Firdausi di dalam bentuk prosa. Selain mengisahkan epik-epik lama Parsi, Shahnameh juga menceritakan tentang kehidupan Firdausi seperti kepercayaan dan etika yang beliau anut.



Minggu, 26 Mei 2013

SASTRA BANDINGAN: MEMBANDINGKAN NOVEL LAILA MAJNUN, ROMEO & JULIET, SAN PEK ENG TAY, NISAN BERLUMUR DARAH


LAILA MAJNUN, ROMEO & JULIET, SAN PEK ENG TAY, NISAN BERLUMUR DARAH

Laila Majnun menceritakan pengorbanan dan cinta sejati antara tokoh Laila dan Qais Majnun). Qais dan Laila saling mencintai sejak remaja, tapi harus terpisah karena adanya desas-desus buruk dari orang lain. Qais sangat mencintai Laila sehingga dia rela kehilangan segalanya dan dijuluki masyarakat sebagai Majnun (gila). Cerita ini berakhir dengan kematian Laila dan Majnun karena sakit.
Romeo & Juliet menceritakan kisah cinta Romeo yang berasal dari keluarga Mountage dengan Juliet yang berasal dari keluarga Capullet. Kedua keluarga mereka saling bermusuhan sejak dulu hingga sekarang sehingga Romeo dan Juliet harus merahasiakan hubungan mereka. Cerita ini berakhir dengan kematian Romeo akibat bunuh diri karena mengira Juliet kekasihnya sudah mati padahal Juliet hanya meminum obat tidur yang diberikan gurunya demi menunda pernikahannya dengan Valiant Paris. Melihat romeo yang mati, akhirnya Juliet pun bunuh diri.
San Pek Eng Tay bercerita mengenai kisah cinta antara seorang perempuan bernama Ciok Eng Tay dan seorang laki-laki bernama Nio San Pek. Eng Tay yang awalnya sudah dijodohkan ayahnya dengan lelaki lain pun rela meninggalkan laki-laki itu demi bisa bersama dengan kekasihnya San Pek yang sudah meninggal.
Nisan Berlumur Darah adalah cerita cinta sejenis Laila Majnun, Romeo & Juliet, maupun san Pek Eng Tay yang berasal dari Martapura, terkenal dan berkembang khususnya di Kalimantan Selatan. Nisan Berlumur Darah menceritakan seorang pemuda bernama Mashor yang mencintai seorang gadis bernama Fatimah. Mashor adalah pemuda miskin yang bekerja sebagai pembantu di rumah Fatimah yang kaya raya. Mashor dan Fatimah saling mencintai, tetapi adat yang menjaga ketat hubungan antara laki-laki an perempuan yang akhirnya membuat mereka menjalin hubungan diam-diam. Mengetahui hubungan Fatimah dan Mashor, keluarga Fatimah sangat marah dan mengirimkan Mashor ke suatu tempat terpecil yang jauh di seberang sungai untuk bekerja menjaga dan merawat kebun agar mereka tidak dapat bertemu lagi, sedangkan Fatimah dinikahkan orang tuanya dengan pemuda kaya raya bernama Mahsun. Suatu hari terjadi kebakaran di rumah Fatimah, Mashor segera ke rumah Fatimah untuk menyelamatkannya. Mashor pun meninggal dan dikuburkan dengan sederhana agar Fatimah tidak tahu. Akhirnya Fatimah tahu kalau Mashor sudah meninggal. Dia pun mencari sendiri  kuburan Mashor dan Fatimah pun meninggal karena tertusuk nisan Mashor.

1.      Tema
Keempat karya sastra ini sama-sama mengangkat kisah cinta sejati sebagai tema. Pada Laila majnun dan Romeo & Juliet, yang membedakannya adalah budaya masyarakat pada saat itu dalam hal pandangan terhadap cinta. Dalam Laila Majnun yang berorientasi pada pandangan masyarakat Arab atau Persia yang menganut agama Islam, cinta kepada lawan jenis yang diutarakan secara terbuka akan menimbulkan desas desus yang tidak baik sehingga Laila dan Qais harus dipisahkan agar tidak ada fitnah dalam masyarakat. Sedangkan pada sastra Romeo & Juliet, percintaan bergaya barat lebih mendominasi dengan bunuh diri sebagai hal yang dilakukan saat masing-masing tokoh kehilangan cintanya. Sedangkan dalam cerita San Pek Eng Tay ada tema lain yang melatar belakangi kisah ini yaitu kesetaraan derajat perempuan dan laki-laki dalam pendidikan. Sedangkan pada Nisan Berlumur Darah juga memiliki tema lain yaitu perbedaan status sosial antara keluarga laki-laki dan keluarga perempuan yang pada saat itu masih dianggap sebagai hal yang tabu dan tidak layak jika tidak sama atau setara.

2.      Setting / Latar
Latat tempat yang digunakan pada Laila Majnun adalah latar kota Arab dengan segala kebudayaan sufi Islam. Romeo & Juliet menonjolkan latar kehidupan dan kebudayaan Eropa. San Pek Eng Tay menggunakan latar kehidupan Tionghoa. Nisan Berlumur Darah berlatar di desa Pekauman dan Teluk Selong, Martapura.



3.      Alur
Alur yang digunakan sastra Laila Majnun, Romeo & Juliet, dan San Pek Eng Tay merupakan alur maju, yaitu alur yang menceritakan keseluruhan cerita secara runtut sampai pada bagian akhir. Pada Laila Majnun, cerita dimulai dari kisah Kepala Suku Bani Umar Al Jazirah Arab dan istrinya yang berdoa kepada Allah karena tidak mempunyai anak, lalu mereka dianugerahkan anak oleh allah yang bernama Qais. Ketika sudah besar Qais bertemu Laila dan mereka saling jatuh cinta. Kemudian Laila dilarang bertemu Qais sehingga Qais hidup seperti orang gila dan lebih dikenal sebagai Majnun, lalu cerita berakhir dengan kematian Laila dan Qais (Majnun).
Sedangkan pada Romeo & Juliet, diceritakan Juliet berasal dari keluarga Capullet dan Romeo dari keluarga Mountage. Keluarga Capullet dan keluarga Mountage adalah musuh sejak jaman nenek moyang. Saat itu Juliet sudah ditunangkan dengan Valiant Paris dan saat itu Romeo baru saja kehilangan kekasihnya yang menikah dengan orang lain. Secara tidak sengaja Juliet dan Romeo bertemu dan saling jatuh cinta. Mereka menjalin hubungan cinta secara diam-diam sampai suatu hari salah seorang keluarga Mountage terbunuh oleh keluarga Capullet. Romeo yang ikut terlibat pun dihukum harus meninggalkan kota Verona dan menjauhi Juliet. Pada akhir cerita, Juliet yang akan dinikahkan dengan Valiant Paris meminum obat tidur dan mati suri, mendengar kabar kekasihnya mati, Romeo pun menemui Juliet dan bunuh diri disampingnya. Melihat Romeo mati karena mengira dirinya sudah mati, akhirnya Juliet pun bunuh diri.
Pada San Pek Eng Tay pada awalnya diceritakan tokoh Ciok Eng Tay yang harus menyamar sebagai seorang laik-laki demi bisa menuntut ilmu di sekolah Hang-ciu. Pada masa dahulu, anak perempuan dianggap tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi karena tidak akan ada gunanya. Eng Tay yang sangat ingin sekolah akhirnya menyusup dan menyamar sebagai laki-laki di seolah itu. Eng Tay pun bertemu dengan Nio San Pek yang merupakan teman sekamarnya. Lama kelamaan Eng Tay jatuh cinta pada San Pek, teman sekolah dan bahkan teman sekamarnya di asrama. San Pek yang pada mulanya menyayangi Eng Tay sebagai adik angkatnya yang dikenalnya sebagai seorang lelaki, membalas cinta Eng Tay ketika mengetahui bahwa Eng Tay sebenarnyalah seorang perempuan. Tetapi perjalanan cinta mereka tak dapat berlanjut hingga perkawinan karena orang tua Eng Tay telah menjodohkan anaknya itu dengan Ma Bun Cay, putra seorang pembesar yang kaya-raya, dan memaksakan perkawinan itu. San Pek pun patah-hati, jatuh sakit, lalu mati. Namun Eng Tay menolak perkawinan tersebut dan tetap setia pada San Pek. Maka dalam perjalanan menuju rumah Ma Bun Cay, Eng Tay menziarahi kuburan San Pek. Di tengah-tengah ratap tangis dan pernyataan kesetiaan Eng Tay di hadapan kuburan San Pek, terjadilah keajaiban, kuburan itu merekah, dan Eng Tay terjun ke dalamnya menyusul sang kekasih.
Nisan Berlumur Darah menceritakan seorang pemuda bernama Mashor yang mencintai seorang gadis bernama Fatimah. Mashor adalah pemuda miskin yang bekerja sebagai pembantu di rumah Fatimah yang kaya raya. Mashor dan Fatimah saling mencintai, tetapi adat yang menjaga ketat hubungan antara laki-laki an perempuan yang akhirnya membuat mereka menjalin hubungan diam-diam. Mengetahui hubungan Fatimah dan Mashor, keluarga Fatimah sangat marah dan mengirimkan Mashor ke suatu tempat terpecil yang jauh di seberang sungai untuk bekerja menjaga dan merawat kebun agar mereka tidak dapat bertemu lagi, sedangkan Fatimah dinikahkan orang tuanya dengan pemuda kaya raya bernama Mahsun. Suatu hari terjadi kebakaran di rumah Fatimah, Mashor segera ke rumah Fatimah untuk menyelamatkannya. Mashor pun meninggal dan dikuburkan dengan sederhana agar Fatimah tidak tahu. Akhirnya Fatimah tahu kalau Mashor sudah meninggal. Dia pun mencari sendiri  kuburan Mashor dan Fatimah pun meninggal karena tertusuk nisan Mashor.


4.      Tokoh dan Penokohan
Tokoh dalam cerita Laila Majnun:
1)      Qais yang digambarkan sebagai pemuda tampan, pintar, dan baik dalam segala hal. Dia sangat mencintai Laila sampai rela kehilangan segalanya dan dijuluki orang-orang sebagai Majnun (gila).
2)      Laila adalah putri dari seorang kepala suku di Jazirah Arab. Laila digambarkan sebagai perempuan yang cantik, berhati lembut, dan setia pada Qais. Sampai dia mati pun cintanya pada Qais (Majnun) tidak pernah berubah.


Tokoh dalam cerita Romeo & Juliet:
1)      Romeo adalah putra dari keluarga Mountage. Romeo digambarkan sebagai laki-laki yang tampan dan sangat mencintai Juliet sampai dia rela mati demi Juliet.
2)      Juliet adalah putri dari keluarga Capullet. Meskipun sudah ditunangkan dengan Valiant Paris, Juliet tetap setia pada Romeo dan ikut bunuh diri ketika Romeo bunuh diri.

Tokoh dalam cerita San Pek Eng Tay:
1)      San Pek yang digambarkan sebagai pemuda Tionghoa yang pandai, tekun, rajin, dan penyayang. Dia awalnya menyayangi Eng Tay yang sudah dianggapnya sebagai adik, tapi ketika dia tahu kalau Eng Tay adalah perempuan dia pun mencintai Eng Tay bahkan ketika sudah mati.
2)      Eng Tay adalah seorang perempuan Tionghoa yang cantik dan cerdas. Demi melanjutkan keinginan besarnya, yaitu sekolah, dia rela merantau dan belajar ke Hang-ciu dengan menyamar sebagai anak laki-laki. Eng Tay sangat mencintai San Pek dan rela mati bersama San Pek.

Tokoh dalam cerita Nisan Berlumur Darah
1)      Mashor adalah seorang pemuda yang digambarkan sebagai sosok yang berasal dari keluarga miskin, tetapi memiliki budi pekerti dan akhlak yang tinggi. Mashor sangat mencintai Fatimah, sampai ketika terjadi kebakaran dirumah Fatimah, Mashor rela mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Fatimah.
2)      Fatimah
Fatimah merupakan seorang gadis cantik yang berasal dari keluarga yang sangat kaya. Fatimah adalah anak yang baik, karena meskipun sebenarnya dia mencintai Mashor, tetapi Fatimah tetap patuh dan menurut pada keputusan orangtuanya yang menikahkan dia dengan Mahsun. Ketika mengetahui kalau Mashor sudah mati ketika menyelamatkan nyawanya, Fatimah mencari sendiri kuburan Mashor dan mati di atas nisan Mashor dengan bahagia karena akhirnya dia dapat bertemu lagi dengan lelaki yang dicintainya.